Postingan

Yogya, Never Ending Happiness

Gambar
Aku menulis ini di dalam kereta Progo ketika ia mulai berjalan lambat untuk selanjutnya berhenti di   Wates.   Kota kecil yang dulu beberapa kali ku lewati tanpa singgah, kecuali pada tahun 2012 ketika menyerahkan surat izin penelitian skripsi di kantor pemerintah setepat. Selanjutnya ku sadari bahwa itu hanya menambah pekerjaan. Tapi tulisan ini tidak akan membahas itu, melainkan kebahagiaan-kebahagiaan selama 4 hari kunjungan di Jogja pada 27 Sept-1 Okt 2018, di sela-sela pelatihan intensif Bahasa asing program Kementrian Agama, yang cukup melelahkan dan membosankan. Kebahagiaan-kebahagiaan ini terwujud karena hal simpel yang ku lakukan, “Silaturrahmi.” Bertemu dengan teman-teman s1 yang koplak-koplak nan-jahanam memang sangat menyenangkan. Semoga neraka menolak mereka. Tepat pukul 13.15, kereta ini berangkat dari Wates mengantarku kembali menuju Jakarta setelah sebelumnya stand by di Lempuyangan untuk mengangkut penumpang. Pemandangan sawah hijau dengan latar belakang...

Zhivago’s Life, Love, and Hopes

Gambar
This is a review on the novel “Doctor Zhivago” authored by Boris Pasternak, which  was  first published in Italy and was prohibited to distribute in Rusia, since it is considered as that opposing the socialism value. The book is very interesting since it shows us the historical and romantic story of the one witnessing and affected by war and revolution in 20s century, in the Soviet. The way in which each actor survive and deal with the problem of lives is that deserved to be respected and learned. It illustrates mainly Zhivago’s life, including his relation with other during the era affected by the war and revolution. Of course nothing is sadder than war stories causing people suffering from death, sorrow, and bereavement of those whom they love. Some even may undergo part of the body lost. The war indeed has put Yuri Zhivago into several problems he had to face and deal with. The process of overcoming the problem is that becoming the exploration object by Paternak. He ex...

Azan, Kidung, dan Blurnya Definisi Penodaan Agama

Ini tulisan yang tidak diterbitkan oleh media manapun, hiks hiks Menghadapi tahun politik 2019, ada banyak hal yang menggelitik, salah satunya adalah kasus-kasus dugaan penodaan agama yang berturut-turut tampil di ruang publik. Ada kasus-kasus di mana salah stau pihak menganggap pihak lain telah menoda agama. Yang menarik adalah bagaimana kelompok-kelompok sipil Muslim di Indonesia berhasil menghegemoni diskursus peodaan agama lalu memonopoli tafsir UU penodaan agama. Ini disebabkan oleh UU yang digunakan untuk menghukum orang-orang yang dianggap menoda agama tidak menjelaskan batas-batas definisi penodaan agama itu sendiri, sehingga penegakan hukumnya tergantung pada siapa yang memiliki power . Maka, banyak kasus dugaan penodaan agama di Indonesia, khususnya yang terjadi akhir-akhir ini, tergantung kepada siapa yang dituduh, posisinya, dan konteksnya. Beberapa waktu lalu Sukmawati membawakan puisi yang di dalamnya terdapat perbandingan antara azan dan kidung, lalu cadar dan ...

Politik Seksualitas dan Modal Sosial Rizieq Shihab

Ini tulisan yang tidak dimuat oleh media manapun.. Hiks....  Kasus dugaan percakapan pornografi antara Rizieq Shihab dan Firza Husein menjadi salah satu fenomena yang banyak diperbincangkan saat ini, terlebih dengan tidak adanya Rizieq di Indonesia. Kasus ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kepercayaan sosial masyarakat terhadap Rizieq. Untuk itu, artikel ini berbicara soal bagaimana kasus “chat” Rizieq Shibab dengan Firza Husein dapat melemahkan posisi tawar Rizieq dengan tergerusnya kepercayaan sosial masyarakat terhadap Rizieq. Pada dasarnya apa yang dilakukan oleh Rizieq dan Firza Husein adalah hal yang bersifat privat, jika terbukti bahwa mereka melakukan, artinya tidak ada urusannya dengan negara. Yang bisa mempermasalahkan secara hukum adalah istrinya yang merasa dihianati, itupun masih masuk dalam kerangka hukum privat. Yang menjadikannya masalah bagi negara adalah jika perbuatan mereka melangar UU, yang sekarang sedang dirposes melalui UU Pornografi. Denga...

Aku Mencintaimu

ini  tulisan lama sekali.....  lucu juga, jadi penge ngepost ini. Sekarang si doi udah nikah dan punya anak... wewewewe Bismillahirrahmanirahim Udara dingin sindoro menusuk tulang, tetapi lebih lagi cintaku padamu yang juga menusuk-nusuk perasaanku. Aku bagaikan terhenti di persimpangan di mana pilihan terbaik tertutupi oleh hedonisme dunia. Ku yakin hanya dirimu lah yang tak tergantikan, terduakan. walaupun oarang mengajukan penilaian terhadapmu itu tak ada artinya sama sekali karena yang terpenting bukan nilaimu. Bingung aku dibuatnya kiranya Tuhan menunjukan langsung apa yang harus ku lakukan, namun aku tau, tidak........ Tuhan mempunyai skenario tersendiri untuk mendidikku. Aku mencintaimu ............                 Hary Widyantoro , Pos III Sindoro, Temanggung, 14 Mei 2012, 16.00 WIB

Membangun bangsa dari hal-hal kecil

Tulisan saya ketika s1 untuk diskusi mingguan Laskap. Hehe                          Sebenarnya saya segan berbicara tentang pembangunan bangsa ini bukan karena yakin bahwa NKRI akan sirna tetapi karena belum ada bukti kongkrit keberhasilan saya dalam membangun bangsa ini dan belum tentu tingkah laku saya sama dengan tulisan ini namun, ijinkanlah   untuk berbicara sedikit dan mengajak teman-teman semua agar selalu optimis terhadap bangsa ini setidaknya terhadap diri kita sendiri.             Selalu kita ingat pidato Soekarno yang berkorbar-kobar, beliau berkata: “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” [1] . Di pidato yang lain beliau menyebutkan: “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat sua...

Lebanon

Gambar
Dari banyak film berlatar belakang perang, Lebanon menyediakan tontonan dan ruang lingkup berbeda dari yang lainnya. pasalnya hampir seluruh scenenya hanya ada di satu tempat yaitu dari dalam tank. Mungkin cukup tepat mengatakan bahwa ini adalah film yang mencertiakan peperangan dari dalam tank, karena satu-satunya cara film ini membuat kita mengetahui keadaan luar adalah, dengan membuat kita seakan-akan menjadi sang prajurit yang bertugas membidik dan menembakan peluru maupun bom dari tank. Sehingga, kita bisa melihat keadaan perang di luar melewati tele pembidik yang ada di tank. Film ini menyediakan cara pandang yang unik tentang perang, keadaan emosional para prajurit yang berada di tank dalam menjalankan tugas, dan tekanan yang mereka dapatkan selama bertugas. Cara film ini menyajikan suasana dan cerita perang, sangat unik bagi saya yang terbiasa melihat film perang yang pengambilan gambarnya luas, seperti peperangan di hutan, padang, air, pegunungan, goa, dll. Menjadi ...