Yogya, Never Ending Happiness
Aku menulis ini di dalam kereta Progo ketika ia mulai berjalan lambat untuk selanjutnya berhenti di Wates. Kota kecil yang dulu beberapa kali ku lewati tanpa singgah, kecuali pada tahun 2012 ketika menyerahkan surat izin penelitian skripsi di kantor pemerintah setepat. Selanjutnya ku sadari bahwa itu hanya menambah pekerjaan. Tapi tulisan ini tidak akan membahas itu, melainkan kebahagiaan-kebahagiaan selama 4 hari kunjungan di Jogja pada 27 Sept-1 Okt 2018, di sela-sela pelatihan intensif Bahasa asing program Kementrian Agama, yang cukup melelahkan dan membosankan. Kebahagiaan-kebahagiaan ini terwujud karena hal simpel yang ku lakukan, “Silaturrahmi.” Bertemu dengan teman-teman s1 yang koplak-koplak nan-jahanam memang sangat menyenangkan. Semoga neraka menolak mereka. Tepat pukul 13.15, kereta ini berangkat dari Wates mengantarku kembali menuju Jakarta setelah sebelumnya stand by di Lempuyangan untuk mengangkut penumpang. Pemandangan sawah hijau dengan latar belakang...