traveling to karimun jawa
Traveling to karimun jawa
Stelah
beberapa bulan mengumpulkan budjet untuk traveling ke karimun jawa akhirnya
tiba juga saat tepat untuk ke sana. Rencana awal sih pengennya cuman 4 hari
perjalanan ke sana tapi ternyata keindahan alamnya membuat saya ingin menambah
hari lagi bahkan sampai sekarang masih terasa kayaknya alat-alat snorkling tuh
masih nempel di wajah..hahaa.. di samping mengumpulkan budjet saya juga mencari
info bagaimana cara traveling ke sana secara independent, lebih murah dan bebas
tidak terikat apapun, maka dari itu saya sengaja tidak mengambil paket-peket
murah yang ada di internet. Jadi saya traveling sendiri, mengatur semuanya
sendiri. Dan tak lupa ketika berada di karimun jawa saya selalu bertanya-tanya
tentang wisata di sana dan menyimpan beberapa nomor penting, seperti pihak
pariwisatanya, pemilik homestay sekaligus pemilik alat-alat snorkling dan
pemilik kapal yang biasa digunakan tour pulau. Jadi tidak ada perantara seperti
agen-agen paket wisata yang ada di internet. Memang jika menggunakan paket
wisata yang disediakan oleh agen-agen wisata kelihatan lebih mudah karena semua
sudah diatur, tetapi jelas beda sensasinya jika kita langsung ke sana dan
mencari sendiri bagaimana bisa berwisata dengan murah. Tidak ada yang mengatur
harus berapa hari kita di sana sekaligus kita bisa request ke pemilik kapal
atau pihak pariwisatanya. Misalnya kita ingin snorkling lebih lama di dekat
pulau menjangan kecil, kita tinggal minta ke pemandunya sebelum melakukan tour
tersebut, inilah bedanya dengan paket wisata yang sudah diatur oleh agen-agen
wisata.
Catatan perjalanan
Dimulai
hari jum’at berangkat dari terminal jombor jogja pukul 9.20 dengan bus Ramayana
menuju Semarang, makan siang di terminal dan dilanjutkan menuju jepara dengan
bus jurusan Semarang-Jepara. Satu-satunya yang terbenak dalam pikiranku ketika
sampai di terminal Terboyo Semarang adalah, “wow amburadul rek”. Sebelum masuk
terminal ada parit selebar kira-kira satu meter setengah dengan air yang sudah
menjadi hitam ditambah mampet pula. Yang membuat aku semakin takjub
adalah warung-warung yang berdiri pas di samping parit mampet tersebut
dengan pembelinya yang bersantai ria menikmati makanan. Haha jadi bersyukur
tinggal di Jogja. Sesampainya di terminal Jepara saya langsung membooking
tempat paling murah untuk semalam agar esok pagi bisa langsung menuju pelabuhan
dan membeli tiket kapal fery Muria, dan tempat itu adalah teras masjid dekat
terminal, bahkan gratis hanya menunjukan identitas diri kepada takmir masjid.
Tapi jangan salah kawan, butuh perjuangan untuk tidur di tempat itu karena tiap
jam saya harus bangun untuk berurusan dengan nyamuk-nyamuk yang haus darah.
Gilanya walau sudah memakai lotion anti nyamuk, tetap saja diserbu.
Untung saya bawa sleeping bag hehe...
Hari kedua, bangun
pagi packing lalu sholat shubuh setelah itu langsung mencari becak untuk
menuju pelabuhan. Tepat jam 9.00 kapal Muria berangkat dari pelabuhan, sebelum
berangkat sebenarnya agak sedikit down karena dari kemaren saya sendiri,
terus ditambah lagi melihat beberapa orang yang juga pergi ke Karimun Jawa
bersama teman-teman mereka dijemput oleh agen wisata yang sudah mereka pesan
sebelumnya. Solusinya sok kenal saja, sok supel gitu deh kenalan dengan
seorang pria dari Surabaya.
| homestay ala backpacker |
Memang
kelihatannya seperti tidak mengasyikan jika traveling sendiri seperti
kata beberapa teman sebelum saya pergi ke Karimun, tapi bagiku tidak karena ini
menjadi tantangan dan punya sensasi tersendiri. Maka menjadi seorang independent
traveler ala backpacker harus bisa mencari kesibukan ketika sendiri,
seperti membaca buku atau mencari informasi tentang arah jalan dan bisa
berkomunikasi dengan baik dengan orang lain agar tidak bosan. Malah sebenarnya
kita bisa memperoleh banyak teman baru dari berbagai latar belakang, apa lagi
kalau bertemu dengan independet traveler lain, serasa senasib gitu deh
hehe. Contohnya ketika berada di atas kapal Muria, saya bertemu dengan pemilik
salah satu warnet di Jogja yang juga traveling ke Karimun Jawa, dan beberapa
mahasiswa dari Bandung. Akhirnya kita sharing bareng sambil menunggu
kapal sampai tujuan. Kejenuhan menjadi hilang ketika mas pemilik warnet
menceritakan pengalaman sejarah ia bisa memiliki warnet yang sudah tersebar di
Jogja, dari tukang parkir warnet sampai akhirnya memiliki warnet yang kata orang-orang
nih terkenal mesum di Jogja..hehe...jadi pengen ke situ deh nanti pas udah di
Jogja. Tepat jam setengah empat kapal bersandar di pelabuhan, saya langsung
mencari homestay murah dengan bermodalkan beberapa nomor hp yang saya
dapat dari rekomendasi teman-teman backpacker di internet. Akhirnya
dapat homestay dengan harga Rp25.000,- per malam. Tempatnya cukup nyaman
dan bersih bisa buat istirahat sampai esok untuk persiapan tour pulau
dan snorkling di beberapa titik yang karangnya bagus.
Hari ketiga, jam
9.00 berangkat dari dermaga untuk tour ke arah barat Karimun Jawa menggunakan
kapal tradisional untuk snorkling di dekat pulau Menjangan Kecil.
Ternyata walau bisa berenang, butuh waktu juga untuk menyesuaikan diri menyelam
dengan alat-alat snorkling, maklum biasa nyelam di sungai dekat
rumah di kampung sekali nyelam timbul langsung nyundul kotoran manusia
haha. Dan apa yang saya bayangkan tentang terumbu karang ternyata tak sebagus
kenyataannya, artinya kenyataanya lebih bagus. Di sini karangnya sudah tumbuh
bertahun-tahun yang lalu, bayangkan saja tiap karang bisa tumbuh hanya 1 cm
dalam setahun, jadi butuh waktu lama untuk tumbuh besar dan tinggi. Maka dari
itu kekayaan alam yang kita miliki ini harus di jaga, jangan sampai rusak apa
lagi jatuh ke tangan investor asing. Setelah snorkling langsung menuju pulau
dengan pasir putih dan rumput laut di pantainya sekaligus makan siang ikan
bakar. Selanjutnya snorkling, bersantai di pantai Ujung Gelam, dan berenang di
penangkaran Hiu. Berenang di penangkaran Hiu menjadi aktifitas terakhir tour
hari ini. Esok hari tour darat
menungguku. Yang berkesan dari tour hari ini adalah snorkling dan
berenang di pantai yang jernih dengan pasir putihnya. Wow rasanya pengen
tiduran terus di pantai.
| snorkling di pulau menjangan kecil |
Hari keempat, saya menyewa motor bersama teman baru yang tinggal di
homestay, lebih tepatnya dia yang menyewa dan saya bensinnya hehe. Untuk hari
ini biasa lah jalan-jalan keliling pulau ini sambil melihat pantai-pantai yang
belum dibuka dan tentunya ciri khasnya adalah jernih airnya, putih pasirnya.
Kami juga trekking mangrove sambil ngalay poto-poto di situ.
Hari kelima, saya mengikuti rombongan lain untuk tour pulau di timur Karimun jawa.
Kebetulan rombongan ini adalah para pegawai yang umurnya sekitar empat puluhan
kira-kira, jadilah saya paling muda, bersemangat dan bisa pamer keahlian snorkling tanpa
pelampung karena sudah terbiasa di hari tour pertama. Keinginan pamer
itu terwujud ketika melihat kebanyakan mereka menggunakan pelampung dan jarang
menyelam ke dasar untuk melihat karang dari dekat, langsung saja saya nyebur
dan menyelam pamer gitu deh hehe.
Tibalah
hari terakhir bagi saya di pulau ini, rencananya berangakat dari dermaga
karimun jawa menuju dermaga di Jepara dengan menggunakan kapal bahari Express.
Kalau sebelumnya di kapal Muria penumpang diombang-ambing gelombang selama lima
jam lebih, maka sekarang diombang-ambingnya hanya dua jam, tapi goyangannya
cukup membuat kepala pusing dan perut benar-benar mual. Saran saya bagi yang
langganan mabuk laut silahkan minum antimo, kalo saya sih langganan mabuk
anggur merah haha. Berangkat dari terminal Jepara jam 13.00 sampai di jogja jam
20.00. Jangan salah kawan, sesampainya di kos saya tidak istirahat tapi
langsung upload foto di facebook sekaligus kirim poto lewat email
kepada teman tercinta hehe, ujung-ujungnya begadang sampai jam 2.00 baru tepar.
Bila anda ingin belanja online kursi jati atau ukiran dan furniture jepara, atau anda juga bisa melihat indahnya ukiran jepara yang fenomenal, untuk anda jadikan pilihan karena ada harga mebel murah dari kami, set meja makan yang cantik atau almari minimalis juga tersedia di toko mebel jati kami, tunggu apalagi segeralah hubungi jepara apik furniture.
BalasHapusMas dari pelabuhan kedatangan ke alun2 itu jauh gak sih,brpa kilo kira2 aja,
BalasHapusKtnya bnyk penginapan murah di alun2.