Gunung api purba



            Halo sobat ransel...salam ransel..pada kesempatan kali ini yang bisa juga disebut kesempatan perdana, ransel corner akan mencoba merekomendasikan kepada kalian wisata murah dan dekat. Jadi bagaimana kita memaksimalkan tempat-tempat wisata yang sebenarnya banyak di sekeliling kita namun kita tak pernah tau atau tak ingin mengetahuinya. Sungguh disayangkan kalau kita sangat menginginkan berwisata namun tidak mengetahui tempat wisata yang ada dekat dengan kita dan juga murah. Setidaknya akan berguna di saat liburan akhir pekan atau liburan yang hanya beberapa hari. Karena inilah ransel corner ingin berbagi salah satu tempat yang banyak orang belum tau tetapi keindahannya alamnya cukup membuat kita yang stress dengan padatnya rutinitas dapat plong kembali. Ia adalah gunung Purba. Ok let’s chek it out
            Gunung Api Purba terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada dikawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23° C – 27° C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta. Ada 2 jalur jalan untuk menuju Objek Wisata ini melalui jalan aspal yang mulus, jika dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung/kerajinan Topeng, kemudian menuju Desa Nglanggeran ( Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ). Jika dari arah Jogjakarta : Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM belok kiri kira-kira 7 KM ( arah desa Ngoro-oro lokasi stasiun-stasiun Transmisi ), menuju desa Nglanggeran (Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ).

            Sebelum kita melakukan pendakian tentunya harus mempersiapkan segala hal seperti peralatan, bahan-bahan logistik,dan tak lupa mental. karena kurangnya persiapan biasanya akan menyusahkan teman lain ketika melakukan pendakian selain menyusahkan diri sendiri. Untuk peralatan kita bisa membawa:
1.      Individu: Jaket atau pakaian dingin, sendal  atau sepatu gunung, penutup kepala penahan dingin, ransel yang cukup untuk peralatan, senter atau head lamp, sleeping bag, matras, mantel (persiapan kalau hujan)
2.      Kelompok: Tenda, alat masak outdoor beserta bahan bakarnya seperti paravin, gas, atau spirtus. Sedangkan logistiknya kita bisa membawa makanan mengandung karbohidrat dan protein yang simpel seperti mie, sarden, kopi sasetan, dll
            Setelah memastikan bahwa perlengkapan sudah lengkap kita bisa memulai pendakian gunung purba. Kali kita akan mencoba berbagi pengalaman selama pendakian gunung Purba. Pada tanggal..... tim ransel yang terdiri dari Hary, Huda, dan Eka melakukan pendakian di gunung ini. Setibanya di kaki gunung ini kami langsung membayar retribusi di pos penjagaan dan langsung melakukan pendakian. Bak pendaki   berpengalaman kami membawa perlengkapan yang lengkap walau, sebenarnya waktu tempuh sampai puncak hanya sekitar empat puluh lima menit, hehe. Maka kalau ada yang bilang ini adalah gunung buat pendaki pemula, saya orang yang pertama kali setuju dengan statement itu. Tapi sahabat ransel jangan kawatir, walaupun gunung ini untuk amatir namun tracknya sungguh menyenangkan, karena kita akan menemukan batu-batu besar di sepanjang track  yang membuat kita tak henti-henti berpoto. Kalau kita pernah menonton film 127 hours, maka kita akan menemukan bebatuan yang mirip seperti yang ada di film itu dimana kita harus melewatinya. Wah saya jamin kalau untuk akhir pekan you don’t wanna miss it.
            Dan jangan lupa dengan exotis dan indahnya  tebing-tebing yang diliat dari atas gunung, begitu juga dengan sun set dari gunung Purba kerena, dijamin kamu bakalan terpana dan melakukan pemotretan dengan teknik siluet sepanjang masa, haha. Sesampainya di puncak kita bisa mendirikan tenda di daerah yang lapang dan membuat api untuk menghangatkan tubuh sekaligus suasana. Untuk suhu di gunung ini sebenarnya tak terlalu dingin jadi jangan kawatir kalau kita tidak membawa sleeping bag untuk tidur ketika malam.
            Cukup satu malam saja mendaki dan camping di gunung ini. setelah menikmati sun rise dari puncak kami pun bergegas turun dan meninggalkan tempat wisata ini dengan pikiran plong setelah menikmati keindahan yang ada di gunung ini.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Kite Runner, the meaning behind the words.

Aku Mencintaimu

Climbing Semeru mountain